Senin, 25 Februari 2008

perjalanan_si bolang

sahabatku,,,
sebangsa tanah dan sebangsa air,,,
cuti adalah kata " paling ditunggu2", tak ada yang lebih membahagiakan bagi saya yang bekerja jauh dari orang tua, sekedar mengais rizki di tanah perantauan, demi sesuap nasi dan sebatang rokok, selain kembali pulang ke kampung halaman, bertemu, bertatap muka, bersilaturrahmi dengan keluarga, dan tentu saja, adik2 & sahabat2 sejati yang pernah saya miliki,,,

saya berusaha untuk mengabadikan setiap perjalanan yang saya tempuh selama masa cuti saya, sekadar pelepas kangen pada sahabat2&adik2 yang selalu saya rindukan,,,

I miss u all...



aku & waat di danau ranau

Liburan sekeluarga

Neng pinggir tambak

gunung raya, banding agung


Didin, detik2 menjelang berakhirnya
masa bujang :D


Waat, aku & doni, PMR SMU2




rumah adat aceh


Sunset at infra


Masjid Baiturrahman, NAD
















































`























































































































































































































































demo tandu darurat tutup mata




Ciamo!!!

waktu kami berkesempatan hadir di bumi perkemahan cambai, prabumulih, kami di daulat untuk memperagakan pembuatan tandu darurat tutup mata, ide ini buah karya kak nusyirwan, pelatih PMI Palembang yang dengan semangat 45, tak henti2nya membujuk kami untuk tampil memperagakan pembuatan tandu darurat, "tutup mata" pada acara simulasi penanggulangan bencana, belum lagi kami mendapat jawaban yang halus untuk menolak planning itu, kak rere memperparah keadaan dengan ikut ngomporin kami, ujung2nya, gk enak dengan makhluk2 yang telah merekomendasikan kami, akhirnya kami sepakat untuk "berpartisipasi" dalam acara ini, sebenernya, nie bukan hal asing lagi bagi kami, tapi, yg membuat agak nervous, yaitu dengan hadirnya Bapak Mari`e muhammad, ketua umum PMI, bapak Gubernur Sumsel ( diwakili ternyata), dan seluruh Bupati yang ada di propinsi Sumsel(gimana gk pucet???)

Akhirnya, dengan perjuangan berat, latihan intensif, tangan lecet, nafas tersengal2, (maklum, perokok) & sakit pinggang serta "malu" karena diliatin ama ratusan manusia yang hadir, selesailah tugas yang di bebankan ke pundak kami, dengan status, SUKSES!!! :D
ada 1 moment yang saya ingat dengan baik, waktu ujicoba kekuatan tandu yang kami buat, ternyata bambu yang kami pakai masih muda, jadi sewaktu saya tidur diatasnya, dan waat menahan beban tubuh saya, bambu tersebut patah, sehingga saya terjatuh, sempat tengsin seh, tapi ternyata para penonton bukan berseru ",,,huuu", malah tepuk tangan, hehehe ( mungkin mereka pikir, kami terlalu kuat, ampe bambu bisa patah, hahaha? )
PMR OKU???
JAYA!!!